Thursday, August 03, 2006

Lora Berebut Cinta

Thursday, August 03, 2006
Judul: Cintalora.
Penulis: Ana FM.
Tebal: viii + 128 hlm.
Cetakan I: Agustus 2006
Ada Justin Tim dan Tom Cruise di Madura? Oho, tapi catet, yang ini pake peci item nasional, plus pake sarung! Mau tahu? Tuh dia, Ra Farisi dan Ra Alf. Soal tampang dan popularitas sih jangan ditanya. Seabrek berita beredar di pesantren puteri, seputar dua lora, alias putera kiai itu.
Sayangnya, menurut sumber yang shahih alias valid, dua kakak beradik itu berpaham “cuekisme” sama yang namanya CEWEK. Malah Ra Alf, sang adik, boleh dikata lebih ekstrem lagi. Meskipun ia bersekolah di sebuah SMA favorit yang banyak cewek cantik plus pinternya, tetap cuek aja tuh. Sampai-sampai nih, ini kabarnya lho, cewek-cewek sekelasnya memberinya gelar “Mount Everest”. Hiii…
Tapi, sebuah babak baru akan mengubah arah kehidupan kedua putera kiai itu. Yah, babak baru, setelah mereka terinfeksi virus merah jambu. Virus yang disebarkan oleh santri mereka sendiri, Salsabila. Dan, babak baru perebutan cinta pun dimulai! ;))

1 komentar

Tuesday, August 01, 2006

Menjadi Dewasa? So What ...

Tuesday, August 01, 2006
Judul: Jerawat Santri
Penulis: isma kazee
Tebal: vi + 196 halaman
Cetakan I: Agustus 2006

Apa yang akan kamu lakukan ketika di usia 15 tahun, kamu belum juga menemukan tanda-tanda kedewasaan, fisik dan psikis, pada dirimu? Masih pakai kaos dalam, sementara teman-teman yang lain sudah pakai bra? Belum kenal bedak apalagi merasa suka sama cowok? Sibuk membayangkan bagaimana menstruasi itu, sementara teman-teman kamu sudah sibuk memilih pembalut yang cocok? Kira-kira, kamu akan biasa-biasa saja, atau jangan-jangan akan gelisah dan cemas seperti Launa?
Yap! Launa memang cemas. Meskipun ia tahu persis usia datangnya perubahan fisik dan psikis pada seseorang tak bisa disamakan. Apalagi belakangan tambah banyak saja pertanyaan dan gojlokan yang muaranya ke tanda-tanda kedewasaan itu. Membuat Launa sadar betul kalau dirinya memang telat! Karena di antara 30 anak yang menghuni kamar Pena 4, kamar yang ia tinggali sejak pertama masuk pesantren, cuma dirinya saja yang masih “anak-anak”, belum menstruasi! Lengkap sudah kecemasannya. Dan, sejak saat itu ia terus bertanya-tanya: Kapan aku bisa seperti mereka?
Ini adalah potret psikologi seorang Launa yang tinggal di pesantren. Pada saat ia jauh dari orang tua, ternyata sahabat adalah sosok kedua yang bisa berperan dalam proses kedewasaannya. Dari sekadar menjadi tempat bertanya tentang bagaimana memakai pembalut yang benar, tentang cinta, sampai tempat belajar untuk menentukan pilihan sikap. Yang jelas, karena sahabat juga, Launa menjadi paham, kalau usia tua itu pasti, sementara dewasa adalah pilihan ;))

0 komentar

Wednesday, July 26, 2006

Asyiknya Ikutan Workshop!

Wednesday, July 26, 2006
Sebelumnya aku tak pernah menyangka akan mendapat kesempatan dari Matapena, untuk bergabung dalam workshop penulisan skenario, 21-24 Juli 2006 di Wisma Eden II Kaliurang, bareng Hanung, Aristo, dan Agus Noor. Makanya, ketika aku dihubungi, sedikit merasa tidak percaya diri gitu. Apalagi, aku terbilang baru dalam dunia tulis-menulis.
Dapet temen baru, itu pasti. Temen-temen yang pinter nulis lagi. Dapet ilmu dan pengalaman, tentu iya. Dari para pakar perskenarioan lagi. Mataku benar-benar dibikin melek deh, sepulang dari workshop itu. Melek dunia tulisan. Soalnya, kalau aku bilang, teori nulis skenario ternyata bisa juga dipakai buat nulis cerita fiksi genre novel. Bisa bikin tulisan lebih sistematis dan fokus.
Misalnya, gimana dari awal kita musti sudah menemukan apa ide dan premis dari tulisan kita. Mau nulis apaan sih... Nah kalau yang ini sudah ketangkep, seterusnya jadi enak dan lancar aja kayaknya. Juga, pembagian dari opening, plot point I, plot point II, sampai ending. Belum lagi kalau teori sekuen juga diterapkan. Biar babakan-babakan jalan ceritanya jadi enak dibaca. Mengalir dan runtut.
Aha! Ngomongin teori emang gak ada susahnya. Tapi, jangan kira praktiknya juga gampang. Hihihihi... Soalnya dalam praktik sudah melibatkan waktu, mood, dan pikiran... But, itu sudah murni urusannya aku, yang pastinya punya niat 100% bersedia mempraktikannya dalam proses kepenulisan. Nah, kalo urusannya Matapena, mmm... terima kasih aku ya... for everything-nya... ;))

0 komentar