Thursday, May 10, 2007

World Book Day 2007
26-29 April 2007
Gedung A Depdiknas Jakarta

Thursday, May 10, 2007

Rabu, 25 April 2007
Persiapan


Berangkat sore hari, pakai travel. Dengan pikiran kosong dari gambaran dan bayangan, akan seperti apa acara WBD besok. Karena belum ada satu pun dari kita yang pernah mengikuti Community Fair. Dan, ini menjadi pengalaman pertama yang mudah-mudahan bisa memberikan banyak pelajaran dan manfaat.
Sampai Jakarta, rencananya mau langsung istirahat di penginapan, tapi belum ada kamar kosong, secara jam cek out adalah pukul 13.00 WIB. Padahal waktu itu baru jam enam pagi. Kita pun kemudian meluncur ke Lakpesdam, tampat Sahal bekerja. Selain bisa buka mail untuk ngeprint beberapa berkas, kita juga dapat gratisan makan pagi dan siang.
Siang hari, setelah cek in, kita langsung ke lokasi WBD untuk menata stand. Dibantu sama Slamet dari perwakilan Jakarta. Beberapa perlengkapan yang belum ada, misalnya tali dan kertas manila, kita cari di Carrefour yang lokasinya cuma di sebelah gedung Diknas. Tikar yang sejak beberapa hari lalu sudah kita pesan, ternyata belum tersedia. Akhirnya sebagai alternatif, kita pakai selimut sebagai alas duduk lesehan. Acara beres-beres berlangsung sampai pukul setengah sepuluh. Dengan membawa beberapa PR bikin ilustrasi untuk hiasan dinding tripleks, dipasang esok harinya.


Kamis, 26 April 2007
Hari Pertama


Setelah makan pagi, kita menuju ke lokasi WBD. Banyak stand sudah terlihat rapi dan cantik. Rencana pertama adalah meneruskan dekorasi, sambil mengikuti pembukaan WBD di Panggung Utama yang terletak di depan stand Matapena. Acara dibuka oleh Prof Dr. Bambang Sudibyo. Dihadiri juga oleh Tantowi Yahya.


Acara diskusi atau workshop diadakan di dua panggung, Panggung Utama WBD dan Pangung Anak dan Remaja WBD. Lokasi Panggung Utama WBD lebih strategis karena di tengah jajaran stand komunitas. Sedangkan Panggung Anak dan Remaja, terletak di ujung pojok gedung A Diknas.
Semula acara Storytelling Matapena akan digelar di Panggung Anak dan Remaja. Panggung yang menurut kita kurang strategis. Apalagi pada jam yang sama Panggung Utama juga tidak dipakai. Mungkin karena pertimbangan itu, panitia kemudian memindahkan acara Storytelling Matapena ke Panggung Utama. Zaki dan Ruslan bertindak sebagai pemateri sekaligus storyteller, ditambah Adinda, adiknya Ruslan, sementara Hilma sebagai host. Saya sebagai penjaga stand, mengingat dua stand yang lain di hari pertama sudah kehilangan laptop masing-masing. Ambil dokumentasi juga terpaksa saya titipkan ke panitia.
Memang pesertanya tidak banyak, mengingat cuaca di luar hujan. Undangan yang sudah kita hubungi juga beralasan demikian. Tapi, pada sesi dialog lumayan juga yang berpartisipasi. Setiap penanya atau komentator mendapat kenang-kenangan buku dan pin. Berjumlah lima orang.
Kegiatan selama sehari, selain manggung storytelling, kita melayani beberapa pertanyaan pengunjung yang bertandang ke stand. Rata-rata ketertarikan mereka bermula dari foto yang kita pajang, kemudian berlanjut ke pertanyaan seputar teknis pengadaan workshop. Belum lagi kalau yang mereka inginkan adalah peserta dari anak-anak usia SD, secara mereka adalah guru sekolah dasar. Di luar kegiatan kita selama ini kan? Tapi, kita tetap optimis, memberikan jawaban, itu bisa direncanakan dan akan kita agendakan.
Tutup acara, pukul 09.00. Kali ini, kita mencoba berkenalan dengan busway. Kalau ingin menemukan suasana lelahnya ibukota dari wajah-wajah para penghuninya, naik saja angkutan ini. Sebuah potret yang membuat para pendatang seperti kita jadi ingin cepat kembali ke kampung halaman.

Jum’at, 27 April 2007
Hari Kedua


Acara hari kedua tetap sama. Menerima kunjungan dan menjawab pertanyaan pengunjung. Sambil bergantian kita berkeliling mengunjungi stand komunitas yang lain. Rata-rata cuma dihuni oleh panjaga stand. Paling ramai stand Komunitas Historia, stand yang berlokasi tepat di depan stand Matapena. Mereka adalah orang-orang yang suka berkeliling mengunjungi kota dan peninggalan sejarah di Jakarta. Mereka juga punya milis yang beranggotakan ribuan orang. “Ternyata belajar sejarah itu mengasyikkkan,” jelas Asep, si penggagas ide. Tentu saja karena dikemas dalam bentuk jalan-jalan, untuk masyarakat Jakarta bisa jadi alternatif mengisi hari libur.
Dari ke-43 stand yang ikut dalam WBD, datang dari Jakarta, Bogor, dan Bandung. Sementara sisanya dari Jogja dan Jawa Tengah: Matapena, Perpus keliling Satu Nama, Rumah Pelangi-Magelang. Rata-rata mereka juga menjual asesoris, misal Pin, pulpen, gantungan kunci, juga kaos. Padahal dalam WBD ada peraturan stand komunitas tidak boleh melakukan jual-beli. Malah ada stand Komunitas Kalam Bogor, yang semula sepi, tapi setelah menerima order bikin pin, stand pun jadi ramai dikunjungi. Tapi, buntutnya kita tahu, kalau itu menjadi alternatif kas masuk untuk membiayai kegiatan mereka. Salut ya!
Kita juga mengikuti acara yang berlangsung di Panggung Utama, cukup dengan duduk lesehan di stand sambil mendengarkan jalannya diskusi. Rata-rata pesertanya memang tidak banyak. Karena kebanyakan yang datang paling jalan-jalan mengelilingi pameran stand, setalah dari pameran buku, lalu pulang.
Stand Matapena yang rencananya mau memutar film, terpaksa dibatalkan, karena ada sepasang kabel colokan yang tidak terbawa. Alhasil, seperangkat tv dan salon cuma jadi hiasan, tiap malam diangkut dititipkan ke panitia, lalu diambil lagi esok paginya. Katanya kabel colokannya mau diambilkan, tapi tak kunjung datang juga. Jadi, kita memutar film pakai laptop, dengan tanpa suara.
Malam kedua acara cuma sampai pukul 08.00. Tadinya mau jalan-jalan. Tapi, mengingat kita mau bikin profil Matapena untuk difotokopi, kita pun balik lagi ke penginapan.


Sabtu, 28 April 2007
Hari Ketiga


Acara pertama meneruskan pembuatan profil Matapena, yang sering kali ditanyakan sama pengunjung. Selengkap-lengkapnya. Karena ternyata mereka lebih suka membawa kopian profil Matapena daripada mencatat alamat dan nomor telpon pada banner. Ya pastinya.
Hari ketiga, rencananya kita menawarkan pada pengunjung untuk uji coba menulis cerita singkat. Tapi, maaf. Tidak berjalan dengan baik. Meskipun pengumumannya sudah disebarkan lewat undangan via Insan Purnama, brosur, dan pengumuman di kertas manila. Mungkin karena merepotkan, daripada refreshing dan jalan-jalan, melihat-lihat, yang terkesan lebih rileks. Sementara undangan yang kemarin kita kirimkan ke SMA via Insan Purnama, terbukti belum ada yang memenuhi. Yang terlihat nongol cuma anak-anak PMII, dan pengurus IPNU juga cuma mengantar majalah edisi profil Fina Af’idatussofa karena ada rapat. Sempat juga jalan-jalan mengunjungi Panggung Anak dan Remaja, yang waktu itu ada Bengkel Kepenulisan dari FLP. Ternyata sama juga. Pesertanya cuma 10-an orang. Tidak lebih.
Meskipun demikian, profil Matapena yang ditaruh untuk diambil cuma-cuma, habis tak tersisa. Ada yang bertanya, “Ini di La Tansa ya?” sambil menunjuk foto kegiatan Matapena. Ada juga seorang ibu guru yang tertarik bertanya, “Kalau untuk anak SD bisa ngadain workshop gak?” Soal pertanyaan yang kedua ini, hampir setiap hari ada yang menanyakan. Sampai kita kepikiran untuk bikin program workshop untuk ditawarkan ke sekolah-sekolah SD. Hehehe.
Malam harinya sebelum ditutup, ada acara Ajang Kumpul Komunitas. Dengan menampilkan kreasi dan hiburan untuk semua. Matapena menampilkan Adinda, adiknya Ruslan, sama Zaki untuk baca puisi dan cerpen. Ada yang menampilkan operet dangdutan Roma Irama, tari salsa, lagu balada, dll. Tapi, kita tidak mengikuti acara sampai selesai, sudah larut malam.

Minggu, 29 April 2007
Hari Penutupan

Hari penutupan, di Panggung Utama masih berlangsung 2 sesi diskusi. Tentang prediksi terbitan Harry Potter dan prospek perjalanan komunitas ke depan. Beberapa acara pementasan yang direncanakan di Panggung Utama, sepertinya tidak jadi ditayangkan. Dilanjut dengan pengumuman lomba tabak buku, berburu buku, dan penutupan acara World Book Day 2007 oleh Kepala Dinas Perpustakaan Nasional Jakarta.
Dalam acara penutupan ini, dibuka dialog, untuk menyampaikan kritik dan saran. Asep dari Komunitas Historia, memandang positif kegiatan WBD. Hanya saja, publikasinya memang kurang bagus di samping terlalu mendadak. Kritikan ini juga diakui oleh Bapak Kepala Dinas yang baru mendapatkan undangan seminggu sebelum acara. “Jangankan Jakarta, orang satu gedung Depdiknas saja tidak semuanya tahu soal kegiatan ini kok.”
Pak Kadin juga sempat mempublikasikan kegiatan Community Fair serupa yang katanya akan dilaksanakan di TMII bulan Juni depan. Kok mendadak lagi? Bocoran sejenis ini juga didapat Zaki, yang katanya WBD tahun depan akan diadakan di Jogja. Sepertinya kita harus menunggu kebenaran 2 bocoran itu. Harapannya sih bocoran yang kedua yang benar terbukti. Jadi, selain Matapena sudah berpengalaman soal gambaran bagaimana pameran komunitas itu, juga lokasinya tidak perlu jauh-jauh naik travel. Amiin.
Pukul 17.15 kita resmi cabut, dengan travel yang sudah menunggu di depan gedung depdiknas. Mungkin bagi beberapa komunitas, ini pemandangan yang cukup mengherankan. Apalagi pas mereka tahu kita menginap di hotel. Secara hampir semua komunitas adalah swadaya dan minim fasilitas. Mereka menginap di stand. Yah, seperti kegiatan-kegiatan kampus dan gerakan mahasiswa gitulah. Salut ya!

0 komentar

Friday, April 20, 2007

Bincang-Bincang Bareng Abidah El-Khaliqy

Friday, April 20, 2007

Jum'at 13 April 2007, suasana lantai 1,5 LKiS tampak sedikit berbeda. Pertemuan penulis Matapena siang itu tidak lagi membahas bakal novel dan proses kreatif bersama, tetapi 'ngobrol bareng' bersama novelis perempuan Abidah El-Khaliqy, penulis novel Perempuan Berkalung Surban.



Acara yang dihadiri para penulis Matapena, baik Assabiqunal Awwalun (generasi pertama) maupun Assabiqunatsani (generasi kedua), ditambah beberapa undangan perwakilan dari SMU dan Madrasah Aliyah di Kota Yogyakarta itu dimulai pukul 14.30 WIB. Sebagai pembukaan, Isma, penanggung jawab Matapena mengungkapkan bahwa acara siang itu dimaksudkan supaya para penulis bisa sharing pengalaman dan gagasan bersama Abidah tentang sastra pesantren.

Abidah menyampaikan beberapa kritik dan masukan untuk novel-novel pop pesantren terbitan Matapena. “Menurut saya, beberapa novel Matapena terkesan terlalu menampilkan narasi yang fisikal. Misalnya dalam novel Santri Semelekete ada bagian yang menceritakan kondisi jorok pesantren terlalu detil sehingga justru menampilkan kelemahan pesantren bagi para pembaca yang belum mengenal lingkungan pesantren.”

Bagi Abidah, dalam menulis novel hendaknya lebih menampilkan nilai. Bagaimana sekiranya sastra pesantren mampu mendistribusikan nilai-nilai pesantren pada masyarakat pembaca. Penulis harus bisa mengawinkan imajinasi dan realita. Dia juga mengkritik tentang bahasa novel pop pesantren Matapena yang terlalu ngepop. “Bahasa 'pop' itu tidak masalah jika dituliskan dalam dialog. Akan tetapi, untuk narasi penceritaan, penulis sebaiknya tetap konsisten dengan bahasa baku.”

Dalam kesempatan itu Abidah juga mengetengahkan seorang novelis, Barbara Catland. Penulis yang jumlah karyanya sudah ribuan itu selalu menceritakan kisah cinta putri kerajaan dalam novel-novelnya. Tetapi keunikannya, selain setting kota atau negara tempat sang puteri yang beragam, penulis tetap memegang prinsip bahwa dalam kisah cinta itu keperawanan sang puteri tetap terjaga sebelum pernikahan.

“Lalu, apa rahasia novel-novel Barbara Catland yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi para penulis Matapena, Mbak,” tanya Pijer antusias.
Abidah kemudian mengungkapkan bahwa Barbara Catland memiliki data dan catatan tentang kerajaan-kerajaan di dunia. Bahkan, dia pernah ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. “Artinya, penulis memang harus menguasai dan tahu betul tentang apa yang akan ditulisnya. Penulis harus memperkaya wawasan.”

Selain itu, Hilma juga menanyakan bagaimana proses kreatif Abidah dalam pembuatan novel Genijora yang mendapat juara kedua dalam lomba yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta, dengan setting Maroko yang demikian kuat, sementara penulis belum pernah berkunjung ke negara itu. “Saya tahu Maroko dari membaca dan informasi teman-teman,” jelas Abidah. “Jadi, penulis harus kreatif untuk bisa mendapatkan informasi dan wawasan tentang sesuatu yang akan ditulisnya,” lanjutnya mengakhiri perbincangan.

0 komentar

Thursday, April 19, 2007

World Book Day
23-29 April 2007

Thursday, April 19, 2007

Pemrakarsa: Forum Indonesia Membaca
Penyelenggara: Forum Indonesia Membaca
Didukung oleh:
The Indonesian Literacy Institute
Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional


World Book Day yang dirancang oleh UNESCO sebagai sebuah perayaan buku dan literasi yang mendunia, perayaannya telah dimulai pelaksanaannya di Indonesia tahun 2006 oleh Forum Indonesia Membaca. Pada awalnya sebagai bagian dari perayaan Hari Saint George di wilayah Katalonia abad pertengahan para pria memberikan mawar pada kekasihnya. Namun sejak tahun 1923 para pedagang buku mempengaruhi tradisi ini untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang pengarang yang meninggal dunia pada tanggal 23 April sehingga sejak 1925 para perempuan memberikan sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan 4 juta mawar.
Pada tahun 1995, Konferensi Umum Unesco di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day karena festival Katalonia serta pada tanggal Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega, dan Josep Pla meninggal dunia, juga kelahiran Maurice Druob, Vladimir Nabokov, Manuel Mejia Vallejo dan Halldor Laxness. Walaupun pada kasus Shakespeare dan Carvantes ada sedikit perbedaan karena masing-masing meninggal dihitung dengan sistem kalender yang berbeda di mana masa itu Inggris masih mempergunakan sistem Kalender Julian sedangkan Katalonia mempergunakan sistem Kalender Gregorian.
Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan, serta komunitas-komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai-nilai social budaya kemanusiaan. Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day sebagai sebuah world even adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak-anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bias didapat dari buku dan membaca.
Acara-acara yang mengangkat dunia literasi sudah diselenggarakan di Indonesia, di antaranya adalah Hari Buku Nasional, Hari Kunjungan Perpustakaan, sampai berbagai pameran dan bazaar buku, di tingkat local maupun nasional. Seiring dengan adanya globalisasi informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan, sudah saatnya kita melebarkan aktivitas kita dalam dunia perbukuan dengan ikut berpartisipasi melakukan perayaan buku berskala internasional agar lebih menggaungkan literasi di tengah masyarakat Indonesia.
Forum Indonesia Membaca (FIM), sebuah organisasi kemasyarakatan yang berkonsentrasi di aktivitas literasi, berupaya membuka ruang partisipasi seluas-luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya baca. Setelah sukses dengan World Book Day yang diadakan pertama kalinya di Indonesia pada tahun 2006 di gedung A Depdiknas Senayan Jakarta dan banyaknya permintaan dari komunitas literasi, penerbit buku, dan masyarakat umum maka di tahun 2007 Forum Indonesia Membaca berusaha merealisasikan kembali pelaksanaan World Book Day di Indonesia menjadi sebuah tradisi festival yang tujuannya untuk merayakan buku dan literasi, di mana acara World Book Day membuka partisipasi masyarakat sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan membaca, serta mengapresiasi dunia perbukuan.

Tema World Book Day 2007: Buku untuk Perubahan

Tempat Kegiatan: Gedung A Depdiknas Jl. Jendral Sudirman Jakarta

Nomor Stand Matapena: 27

Jadwal Kegiatan:

Kamis, 26 April 2007
Anak dan Remaja


09.00-09.30 WIB
Pembukaan oleh Prof. Dr. Bambang Sudibyo
Panggung Utama World Book Day 2007

09.00-19.30 WIB
Pameran Komunitas Literasi dan Bursa Buku Murah
Area World Book Day 2007

09.30-17.00 WIB
LITERACY: WORKSHOP 1
Pengenalan Athenaeum Light 6.0 dan 8.5
(tempat terbatas) Ruang belajar Perpustakaan Depdiknas
Kerjasama dengan Komunitas Athenaeum Light Indonesia (KALI)

10.00-11.00 WIB
LITERACY: TALK 1
Talkshow “Buku untuk Perubahan”
Moderator: Ali Muakhir
Pembicara: Cacha, Faiz, Izzati, dan Bella
Panggung Utama World Book Day 2007
Didukung oleh penerbit Mizan

11.00-12.00 WIB
LITERACY: GAMES
Dongeng dan Lomba Berburu Buku untuk Anak
Panggung Utama World Book Day 2007
Oleh HIMAKA Library Care
Didukung oleh Penerbit Erlangga dan Mizan
Informasi hubungi Riri 08174807809

11.00-13.00
LITERACY: MOVIE 1
Pemutaran Film: Multatuli (Rumah Dunia)
Ruang Tengah Perpustakaan Diknas
Oleh Rumah Dunia

12.00 WIB
LITERACY: QUIZ
Pembukaan Kuis Berburu Buku dan Tebak Buku untuk Remaja dan Dewasa
Meja informasi World Book Day 2007
Disponsori oleh Penerbit Erlangga

13.00-14.30
LITERACY: TALK 2
Literasi dalam Millenium Development Goals
Moderator: Harkrisyati Kamil
Pembicara:
1. Nasir Tamara – National Coordinator for Target MDGs UNDP
2. Amru Mahalli – Direktur CSR PT Riau Pulp and Paper
3. Perwakilan dari pendukung acara World Book Day 2007
Panggung Utama World Book Day 2007

14.30-16.00
LITERACY: COMMUNITY 1
Story Telling: Cerita dari Bilik Santri
“Pst..ssst… Dari Bilik Santri Ada Cerita Lho…”
Pembicara:
1. Zaki Zarung penulis Santri Baru Gede
2. Ruslan Ghofur penulis Geng Kopi ubruk
Panggung Anak dan Remaja
Oleh Matapena Community
Informasi hubungi Isma 08157970372


16.00-18.00
LITERACY: WORKSHOP 2
Dari Sekolah Hogwarts: “Belajar Singkat Arithmancy dan Anagram”
Panggung Anak dan Remaja
Oleh Indo-Harry Potter
Informasi hubungi Hadi 08567876956

16.00-18.00
LITERACY: MOVIE 2
Pemutaran Film the Chorus
Di Ruang Baca Perpustakaan Diknas


Jum’at, 27 April 2007
Kembali ke Masa Lalu


09.00-19.30
Pameran Komunitas Literasi dan Bursa Buku Murah
Area World Book Day 2007

09.30-11.30
LITERACY: TALK 3
Retrospeksi “Sutan Takdir Alisyabana”
Moderator: Heni Irawati
Pembicara:
1. Abu Hasan Asyari
2. Akmal Naseri B. (wartawan dan mailing list Apresiasi Sastra)
3. Ibnu Wahyudi (Dosen sastra UI)
Panggung Utama World Book Day 2007

11.00-13.00
LITERACY: MOVIE 4
Pemutaran Film Freedom Writers
Ruang Baca erpustakaan Diknas

14.00-16.00
LITERACY: TALK 4
Menilik Budaya Lisan dan Aksara Daerah
Moderator: Afzon Dakka (Komunitas Kajian Dongeng)
Pembicara:
1. Maya Ramayanthi (Pusat Kajian Dongeng UI)
2. Pudentia (Asosiasi Tradisi Lisan dan Dosen Sastra UI)
3. Aryo (Klub Pecinta Bacaan Anak)
Panggung Utama World Book Day 2007
Kerja sama dengan Komunitas Kajian Dongeng

15.00-17.00
LITERACY: WORKSHOP 3
“10 Cara Pedekate dengan Komik”
Ruang Belajar Perpustakaan Diknas
Oleh Masyarakat Komik Indonesia
Informasi hubungi Oyas 081322338807 Atau Wahyu 08151892437

16.00-17.30
LITERACY: WORKSHOP 4
Dari Sekolah Hogwarts: “Belajar Singkat dari Kartu: Trading Card Game Harry Potter, UNO Harry Potter, dan Ramalan Tarot”
Panggung Anak dan Remaja
Oleh Indo Harry Potter
Informasi hubungi Hadi 08567876956

16.00-18.00
LITERACY: MOVIE 4
Pemutaran Film dari Rumah Pelangi
Ruang Baca Perpustakaan Diknas
Oleh Rumah Pelangi

18.30-20.00
LITERACY: TALK 5
Reproduksi Cerita Lama
Moderator: Wien Muldian (Perpust Depdiknas)
Pembicara:
1. Merdy (Komunitas Wayang)
2. Pandu Ganesha (Paguyuban Karl May Indonesia)
3. Rieza Fitramuliawan (Tjerita Silat)
Ruang tengah Perpust Diknas


Sabtu, 28 April 2007
Membaca dan Menghibur
>

09.00-1930
Pameran Komunitas Literasi dan Bursa Buku Murah
Plasa Depdiknas

09.30-11.30
LITERACY: TALK 6
Read Aloud
Moderator: Rudy Sulistyawan (Britzone)
Pembicara:
1. Rito Triumbarto
2. Walter Brownsword
Panggung Utama World Book Day 2007

10.00-12.00
LITERACY: MOVIE 5
Sejarah yang Gaul dan Enak Dikonsumsi
Pemutaran Film Dokumenter Kota Lama dan Diskusi
Ruang baca Perpustakaan Diknas
Oleh Komunitas Historia
Informasi hubungi Rommy 0816100622

11.30-13.30
LITERACY: COMMUNITY 2
Bengkel Pena FLP (konsultasi penulisan)
Panggung Anak dan Remaja Oleh FLP
Informasi hubungi Koko 081367675459

12.00-13.30
LITERACY: COMMUNITY 3
Create a Poem
Pembicara: Melanie
Ruang Baca Perpustakaan Diknas
Oleh Britzone Library@Senayan Speaking Club
Informasi hubungi Pras 085692028625

12.00-13.30
LITERACY: COMMUNITY 4
Selamat Datang di Hogwarts
Panggung Utama World Book Day 2007
Oleh Indo Harry Potter
Informasi hubungi Hadi 08567876956

13.00-17.00
LITERACY: TALK 7
Read and Write: Jika Cerdas Tidak Harus Mahal
Dibuka oleh Sarwono Kusumaatdja (DPD DKI Jakarta)
Moderator: Oni Suryaman
Pembicara:
1. How to Read a Book oleh Bagus Takwin dan Rieke Dyah Pitaloka
2. Writing Without Teacher oleh Donny Gahral dan Fira Basuki
Ruang Tengah Perpustakaan Diknas
Oleh Indonesia Publishing
Informasi hubungi Ari 0818126 707

13.30-14.00
LITERACY: EVENT 1
Penyerahan sumbangan buku dari Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Indonesia Utrecht kepada SDN I Legokherang-Kuningan dan SD Perguruan Rakyat 2 Jakarta.
Panggung Utama World Book Day 2007
Aoleh Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI)

14.00-16.00
LITERACY: TALK 8
Biblioholic Lifestyle
Moderator: Firman Venayaksa
Pembicara:
1. Joko Pinurbo (Budayawan)
2. Iwan Gayo (Penulis)
3. Dessy Sekar Astina (Forum Indonesia Membaca)
Panggung Utama World Book Day 2007

15.00-17.00
LITERACY: WORKSHOP 4
“10 Cara Pedekate Dengan Komik”
Ruang Belajar Perpustakaan Diknas
Oleh Masyarakat Komik Indonesia
Informasi Kedau Sinau dan PP Muhammadiyah

16.00-17.30
LITERACY: BOOK
Bedah Buku Khadijah
Panggung Utama World Book Day 2007
Oleh Penerbit Pena Pundi Aksara

18.30-21.00
LITERACY: ART
Ajang Kumpul Komunitas Buku
Musikalisasi puisi oleh SASINA UI, Teater Dils, Roma Merana Rumah Baca Kwartet, Tari Salsa Trio Ceriwis, Duet Pianika, Rumah Pelangi, Library Lovers Club SMU 49 Jakarta
Panggung Utama World Book Day 2007


Minggu, 29 April 2007 Komunitas

09.00-19.30
Pameran Komunitas Literasi dan Bursa Buku Murah
Plasa Depdiknas

09.30-10.30
Operet Anak dan Soft Launching Website KKS Melati
Panggung Utama World Book Day
Oleh KKS Melati

09.00-11.00
LITERACY: WORKSHOP 5
“10 Cara Pedekate Dengan Komik”
Ruang Belajar Perpustakaan Diknas
Oleh Masyarakat Komik Indonesia
Informasi hubungi Oyas 081322338807 atau Wahyu 08151892437

09.00-15.00
LITERACY: COMMUNITY 6
Literasi untuk Keluarga Muda
Ruang Tengah Perpustakaan Depdiknas
Oleh Lembaga Bina Anak dan Pengembangan Masyarakat Fedus


10.31-11.30
LITERACY: WORKSHOP 6
Pelajaran Tengwar
Panggung Anak dan Remaja
Oleh Eorlingas
Informasi hubungi Riri 0811968625

11.30-13.00
LITERACY: COMMUNITY 7
Bengkel Pena FLP (Konsultasi Penulisan)
Panggung Anak dan Remaja
Oleh Forum Lingkar Pena
Info hubungi Koko 081367675459

11.00-12.30
LITERACY: FORUM 2
Kopi Darat Komunitas Literasi Maya
Pembicara: Para Moderator Milist Literasi
Panggung Utama World Book Day 2007

13.00-14.00
LITERACY: TALK 9
Bincang Santai “Menunggu Harry Potter 7 Terbit: Catatan, Prediksi, dan Harapan”
Pembicara:
1. Poppy Kartadikarya (Penerjemah Magical World of Harry Potter)
2. Andari Karina Anom (Wartawan Tempo)
3. Hadi Patronossto
Moderator Indo Harry Potter
Panggung Utama World Book Day 2007
Oleh Indo Harry Potter Info Hubungi Hadi 08567876956

13.00-15.00
LITERACY: EVENT 2
Lomba Membuat Komik
Tema”Pengalaman Tak Terlupakan Seumur Hidup”
Panggung Anak dan Remaja
Oleh Masyarakat Komik Indonesia

14.00-14.30
LITERACY: COMMUNITY 8
Pertunjukan Teater Meldic
Panggung Utama World Book Day
Oleh Yayassan Mitra Netra

14.30-15.00
LITERACY: EVENT 3
Pengumauman Lomba Asah Otak
Taman Bacaan Mutiara Ilmu
Di Panggung Utama Worl Book Day
Oleh Mutiara Ilmu

15.00-17.00
LITERACY: FORUM 3
Semua Bisa Melakukan Perubahan
Moderator : Agus Irham
Pembicara:
1. Ibu Jaojah (Library Lovers Club SMU 49)
2. Ima (Mutiara Ilmu)
3. Anya (Komunitas Bunga Matahari)
Panggung Utama World Book Day 2007

17.00-17.30
Pengumuman Lomba Berburu Buku dan Tebak Buku untuk Remaja dan Dewasa sekaligus Penutupan Perayaan World Book Day 2007. Panggung Utama World Book Day 2007

Jadi, silakan menyemarakkan World Book Day 2007... :)

0 komentar