Sunday, October 30, 2011

Coz Loving U, Gus

Sunday, October 30, 2011
Cinta tidak memberikan apa-apa kecuali hanya dirinya. Cinta pun tidak mengambil apa-apa kecuali dari dirinya. Cinta tidak memiliki ataupun dimiliki. Karena cinta telah cukup untuk dicinta. (Kahlil Gibran) Rara hafal sekali puisi itu. Malah diluar kepala. Nggak Cuma edisi Indonesianya, Inggrisnya juga iya. Habis yang pertama memperkenalkan puisi itu kan gusnya, Gus Azka. Putera Romo Yai yang bisa bikin ia gemetar, kaku kemerah-merahan bingung, dan grogi banget, hanya dengan mendengar nama dan suaranya. Pantesan kalau Rara kemudian jadi berubah total. Dari aktivis kampus yang cuek bebek sama pondok, suka molor pagi, emoh ngaji, suka sembunyi-sembunyi melanggar peraturan, eh…jadi Rara yang santri abis! Siap-siap jadi Ibu Nyai gitu. Jadi Bidadarinya, Azka. Judul : Coz Loving U Gus Penulis : Pijer Sri Laswiji Tebal : viii + 194 halaman Ukuran : 11 x 17 cm ISBN : 979-8451-63-5 Terbit : Cet I, April 2006

2 komentar

Monday, September 12, 2011

Santri Tomboy

Monday, September 12, 2011
Aku Amalia Zarqo Zaituna. Panggilanku Zarqo. Sebenarnya bagus juga kan namaku. Tapi tau tuh, kata teman-teman pondokku, nama yang manis itu nggak cocok buat aku. Soalnya, masih kata mereka, aku tomboy, galak, dan bertingkah kayak laki-laki. Padahal, aku cantik lho. Dibanding… em... Mas Yunus. Hehehe... tau kan? Aku nggak mrongos. Aku nggak hitam. Aku juga nggak ketangkep polisi atau suka lupa kayak kakakku itu. Aku juga selalu pakai jilbab. Bajuku berlengan panjang dan selalu menutup aurat. Makanya, aku jadi heran sendiri kenapa mereka menyebut aku tomboy. Aduuuh, kenapa sih?! Judul : Santri Tomboy Penulis : Shachree MD Tebal : vi + 180 hal Ukuran : 11 x 17 cm ISBN : 979-8451-59-7 Terbit : Cet I, Maret 2006

0 komentar

Thursday, August 18, 2011

Santri Nekat

Thursday, August 18, 2011
Jaka emang nekat. Benar-benar nekat. Gimana enggak, ia berargumen kalau cinta itu melulu urusan hati. Bukan urusan Gus atau urusan seorang Kiai. Makanya, ia berani menaruh cinta pada ningnya, puteri Kiainya, Ummu Mufidah. Meskipun ia asalnya adalah preman, tukang nyolong yang kesasar jadi murid sang Kiai. “Kera apa yang bisa menyeberangi lautan?” begitu kata anekdot mengistilahkan. Jawabnya tentu hanya, “Kera nekat!” “Kambing mana yang makan di restoran?” “Ya, kambing nekat.” Cuman apesnya, bagi yang nekat urusannya belakangan. Kalau beruntung ia bisa dapat. Kalau tidak, ya hanya jadi korban percuma. Lalu, gimana dengan Jaka?
Judul : Santri Nekat
Penulis : Otto Sukatno
Tebal : vi + 222 halaman
Ukuran : 11 x 17 cm
ISBN : 979-8451-58-9
Terbit : Cet I, Februari 2006

0 komentar