
Memang, Aisy kecil hidup dalam lingkungan yang serba berkecukupan lengkap dengan status sosialnya sebagai puteri kiai besar. Tapi, sepertinya ia memang terlahir menjadi sosok yang 'lain' di banding saudara-saudara sekandungnya. Aisy mulai menunjukkan pemberontakannya yang khas anak kecil atas kemapanan yang melingkupinya.

Hanya dengan Vidhis, cowok yang phobi dengan kecoa itu, Aisy memiliki kesamaan. Dan, lewat kakak kandungnya itulah ia banyak belajar tentang dunia lain yang akan membuat dia bisa melihat bintang yang lebih indah dibanding jika ia melihatnya dari taman rumahnya. Mereka mirip tidak hanya sifat dan karakter, tapi juga wajah. Satu hal yang banyak membuat orang mengira kalau mereka kembar.

Lalu, apakah Aisy bisa pulih seperti sedia kala? Aisy yang hebat dan penuh solidaritas terhadap sesama? Penuh cinta dan simpatik pada tiap mata yang sempat mengenalnya?
Mila membagi novel ini dalam tiga sekuel besar perubahan kehidupan seorang Aisya. Perpaduan antara bahasa yang lugas dan alur apik yang sesekali mengejutkan membuat tulisan Mila seperti sebuah petualangan yang menghampar luas dan kaya.